Keanekaragaman Budaya Nusantara
Lampung adalah salah satu provinsi yang terletak paling selatan di pulau Sumatera. Provinsi Lampung mempunyai lambang berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya terdapat gambar padi dan lada, laduk dan payan, gong, siger, dan payung. Gambar padi dan lada merupakan hasil bumi di daerah lampung. Laduk dan payan berupa golok dan tombak, yaitu senjata tradisional masyarakat lampung. Gong merupakan simbol demokrasi. Siger lambang keagungan budaya. Serta payung merupakan tempat masyarakat berlindung.
Pada lambang Provonsi Lampung, terdapat tulisan Sang Bumi Ruwai Jurai, yang berarti rumah tangga yang agung bagi dua golongan masyarakat (Ruwai dan Jurai) yang berdiam di masyarakat asli dan pendatang.
Pada lambang Provonsi Lampung, terdapat tulisan Sang Bumi Ruwai Jurai, yang berarti rumah tangga yang agung bagi dua golongan masyarakat (Ruwai dan Jurai) yang berdiam di masyarakat asli dan pendatang.
Lampung memliki banyak sekali kebudayaan yang dapat kita eksplor lebih dalam. Mulai dari pakaian adatnya, rumah adatnya, lagu daerah, tarian daerah, dan masih banyak lagi.
A. Rumah Adat
Rumah tradisional yang berasal dari Lampung mempunyai ciri khas seperti rumah berbentuk panggung, atapnya terbuat dari anyaman ilalang yang sudah kering, lebih banyak dari unsur kayu karena untuk menghindari serangan hewan dan lebih kokoh bila terjadi gemba bumi. Hal ini menjadi kelebihan tersendiri dari rumah adat Lampung karena masyarakat lampung telah mengenal gempa dari zaman dahulu dan lampung terletak di pertemuan lempeng Asia dan Australia rumah ini disebut rumah SESAT .
B. Seni Tari
Lampung juga dikenal dengan tarian daerahnya. Banyak sekali tarian yang ada di Lampung, contohnya ada tari sembah, tari bedana dan lain-lain.
Tari sembah biasanya dilakukan pada saat menyambut tamu kehormatan seperti presiden. Tari sembah ini ditampilkan oleh para remaja putri.
C. Lagu Daerah
Tidak kalah dengan provinsi lainnya, Lampung juga termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang banyak memiliki lagu adat/daerah. Semisal Lipang-Lipangdang, Adi-Adi Laun Lambar, Sang Bumi Ruwai Jurai, Cangget Agung, Teluk Lampung, dan masih banyak yang lainnya. Tentunya ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung dan tentunya Indonesia.
D. Pakaian Adat
Untuk
Busana ada kesahariannya laki-laki Lampung akan mengikat kepalanya dengtan
menggunakan kikat. Bahan kikat ini terbuat dari kain batik. Juka di kenakan
dalam kerapatan adat akan di pandukan dengan pakaian tluk belangga serta kain,
Kalau buat mmengiring pengantin akan dikenakan kekat akin, semacam
destar yang pada bagian tepinya di hiaskan siger, dan pada salah satu sudutnya
ada sulaman benang emas yang berupa tanjung atau bunga cengkeh.Untuk
pakaian Keseharian Wanita Lampung mengenakan kanduk/kakambut yaitu berupa
kudung untuk penutup kepala dengan cara dililitkan. Bahan kanduk atau kakambut
ini terbuat dari kain halus yang tipis atau dari bahan sutera .
Lawan kurung di
pakai sebagai badan dan bentuknya menyerupai Baju kurung, Busana ini dibuat
dengan menggunakan bahan tipis ataupun kain sutra dan pada bagian tepi muka dan
bagian lengan umumnya dihiasi dengan rajutan renda yang halus.
Kalau
buat menghadiri acara upacara adat, seperti misalnya saat upacara perkawinan
Kaum Wanita, baik ituh untuk yang gadis ataupun buat yang sudah menikan akan
menyanggil Rambut nya (belatung buwok). Cara menyanggul rambut model belatung
buwok ini di butuhkan rambut tambahan untuk melilit rambut asli dengan memakai
bantuan rajutan benang berwarna hitam halus. Selanjutnya rajutan tadi dtusuk
dengan menggunakan bunga kawat yang bias bergerak-gerak atau disebut dengan
kembang goyang.
E. Bahasa Daerah
Dalam kehidupan sehari hari masyarakat daerah Lampung
yang plural menggunakan bahasa untuk berkomunikasi sehari-harinya, ada yang
menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, Sunda. Bahasa Bali, bahasa Minang dan
bahasa setempat yang di sebut dengan bahasa Lampung. Bahasa daerah Lampung di bagi dua
bagian yaitu dialek A (API) dan O(nyo), dua dialek ini di pakai orang Lampung A
untuk daerah pesisir dan O untuk daerah tengah, Namun sayangnya karena minim
nya masyarakat Lampung yang
menggunakan bahasa sendiri,
bahasa seharusnya menjadi budaya Lampung ini kian tenggelam diantara
bahasa-bahasa lain, seperti bahasa pendatang dari pulau jawa. Disamping hal
tersebut pihak pemerintah juga kurang begitu memperhatikan bahasa daerah
Lampung, instansi pendidikan, dan kebanyakan orang tua yang ada di Lampung juga
enggan berbicara bahasa daerah Lampung kepada anak-anak mereka.
Kita sudah sepatutnya bangga sebagai warga negara Indonesia yang banyak sekali memiliki keanekaragaman budaya, contohnya di provinsi Lampung ini.
Lestarikan dan cintailah keanekaragaman budaya yang ada di negeri kita tercinta Indonesia.
Referensi:
http://indonesia-liek.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar