METODE PENELITIAN
Secara
etimologis, istilah research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re
berarti kembali atau berulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi,
atau menemukan makna. Dengan demikian penelitian atau research berarti mencari,
menjelajahi atau menemukan makna kembali secara berulang-ulang. Berikut
penelitian menurut para ahli :
- Menurut Ary, Jacobs, dan RazafiehPenelitian dapat dirumuskan sebagai pendekatan ilmiah pada pengkajian masalah. Penelitian merupakan usaha sistematis dan objektif untuk mencari pengetahuan yang dapat dipercaya.
- Menurut OstlePenelitian dengan mengunakan metoda ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research).Kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan- pertanyaan, dan mencoba menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menemukan fakta- fakta dan memberikan penafsiran yang benar. Tetapi penelitian akan menjadi lebih dinamis apabila dilakukan secara terus menerus yang bertujuan untuk memperbaharui kesimpulan yang telah ditemukan. Tanpa adanya penelitian itu ilmu pengetahuan akan berhenti dan menjadi tidak valid, bahkan akan surut kebelakang.
Selain
itu peneilitian yang baik sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang
asal-asalan. Namun harus memenuhi aturan yang sudah ditentukan yakni dengan
menyertakan metode-metode yang sesuai dengan objek yang akan diteliti sehingga
akan menghasilkan data-data yang sesuai pula.
Secara etimologi
penelitian berasal dari bahasa inggris research, re berarti kembali
dan search mencari. Dengan demikian research berarti mencari
kembali. Pada hakikatnya peneltian adalah suatu kegiatan untuk memperoleh
kebenaran mengenai sesuatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Menurut Yoseph (1979) penelitian adalah art and
science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan karena seni dan
ilmiah maka penelitian akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomudasi
adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Sedangkan menurut
Kerlinger (1986), penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan dan
mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan.
Upaya-upaya Manusia
untuk Memperoleh Kebenaran
1. Curiousity is
Beginning of Knowledge Pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science) berawal dari
kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya, baik alam besar (macro cosmos)
maupun alam kecil (micro cosmos).
Kekaguman tersebut kemudian menyebabkan timbulnya rasa ingin tahu
(curiousity). Rasa ingin tahu manusia akan terpuaskan bila dirinya mendapatkan
penjelasan menge nai apa yang dipertanyakan.
Untuk itu manusia menempuh berbagai upaya agar memperoleh pengetahuan
yang benar (kebenaran), yang secara garis besar dibedakan menjadi dua : secara
tradisional (pendekatan non ilmiah) dan secara modern (pendekatan ilmiah).
2. Pendekatan Non ilmiah Upaya untuk memperoleh pengetahuan atau
memahami fenomenafenomena tertentu ada yang dilakukan secara tradisional atau non
ilmiah. Upaya ini muncul di masyarakat secara alami seiring dengan munculnya
berbagai fenomena atau masalah yang membutuhkan penjelasan. Ada beberapa
pendekatan non-ilmiah yang banyak dipakai untuk memperoleh pengetahuan atau
kebenaran yaitu akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan kebetulan dan
coba-coba (tral and error), pendapat otoritas dan pikiran kritis , serta pengalaman.
3. Pendekatan Ilmiah
(modern) Dengan pendekatan ilmiah manusia berusaha memperoleh kebenaran ilmiah,
yaitu kebenaran yang dapat dipertanggung jawaban secara rasional dan empiris.
Kebenaran semacam ini dapat diperoleh dengan metoda ilmiah (scientific method). Dalam penelitian ilmiah
selalu ditemukan 2 unsur penting, yaitu unsur observasi (empiris) dan nalar
(rasional).
Dari beberapa pendapat
tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang
dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran dan
observasi untuk menemukan, memferivikasi,
dan memperkuat teori serta untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan.
Ada
tujuan tertentu yang akan dicapai melalui penelitian. Berdasarkan kesimpulan
tentang pengertian penelitian sebagaimana dikemukakan di atas dapat diidentifikasi
tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut. 1. Untuk memperoleh data empiris yang
dapat digunakan dalam merumuskan, memperluas, dan memverifikasi teori. Tujuan
penelitian seperti ini dimiliki oleh ilmu-ilmu murni (pure science) 2. Untuk
memecahkan persoalan yang ada dalam kehidupan. Tujuan penelitian semacam ini
terdapat pada ilmu-ilmu terapan (applied
sciences). Ragam Penelitian dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam.
Klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan beberapa tinjauan yaitu :
bidang ilmu, pendekatan, tempat pelaksanaan, pemakaian, tujuan umum, taraf,
metoda, dan ada tidaknya intervensi terhadap variabel.
Referensi :
Komentar
Posting Komentar